Sajak-sajak dialukan dengan melodi cinta
Syair tentangnya ditulis dengan tangan hangat
yang diantara sunyi malam dan suci pengusa sang fajar
Pujanggapun tak henti indahkan nama dan kasihnya
semua untuk bunda,ibu,dan emak
Bunda...
Engkau ibu dalam hati dan pikiranku
Namamu tersemat dalam jiwa dan raga
Engkau yang menghangatkanku dalam beku dunia
yang menenangkanku dalam kekalutan
yang selalu memberi sebelum aku minta
Merasa dan memberi rasa dan kasihmu
Semua keindahan itu hanya untukku
Engkau tak mengharap kembaliku atas cintamu
dan sentuhan lembutmu akan terus terasa
berbekas diantara pipiku
Ibu...
Linangan air matamu meruntuhkan dinding ego dalam hati
Menghapus semua angkara dalam hatiku
Menghayutkan perih di dada
Merasakan sinar senja jatuh tepat dikepala
Menghangatkan dan penuh cinta
Emak...
Engkaulah yang mengandung,melahirkan,dan mendidikku
Menghilangkan butaku,untuk menatap matahari
Menukar tuliku denganmu
Membuatku berdiri diantara kelumpuhan dunia
Diantara kasihmu sarat akan makna
Memahami dan mengerti dunia sebelum aku
Bahagiamu adalah melihatku tertawa
Seolah melupakan beban dalam benakmu
Beban tanggung jawab nasib anak-anakmu
Bunda Ibu Emak
Terima kasihku tak bisa tertulis dalam kata
tak bisa terucap oleh bibir
terima kasihku ialah tangis
Karena semua dustaku kepadamu
Karena aku tak bisa sematkan senyum di wajahmu
Karena semua cahayamu tak bisa ku pancarkan kembali padamu
Bunda Ibu Emak
Kasih dan cintamu takkan hilang oleh jaman
Tak terbatas oleh ruang dan waktu
Bunda Ibu Emak
Engkaulah ibu...ibu...ibuku...
Syair tentangnya ditulis dengan tangan hangat
yang diantara sunyi malam dan suci pengusa sang fajar
Pujanggapun tak henti indahkan nama dan kasihnya
semua untuk bunda,ibu,dan emak
Bunda...
Engkau ibu dalam hati dan pikiranku
Namamu tersemat dalam jiwa dan raga
Engkau yang menghangatkanku dalam beku dunia
yang menenangkanku dalam kekalutan
yang selalu memberi sebelum aku minta
Merasa dan memberi rasa dan kasihmu
Semua keindahan itu hanya untukku
Engkau tak mengharap kembaliku atas cintamu
dan sentuhan lembutmu akan terus terasa
berbekas diantara pipiku
Ibu...
Linangan air matamu meruntuhkan dinding ego dalam hati
Menghapus semua angkara dalam hatiku
Menghayutkan perih di dada
Merasakan sinar senja jatuh tepat dikepala
Menghangatkan dan penuh cinta
Emak...
Engkaulah yang mengandung,melahirkan,dan mendidikku
Menghilangkan butaku,untuk menatap matahari
Menukar tuliku denganmu
Membuatku berdiri diantara kelumpuhan dunia
Diantara kasihmu sarat akan makna
Memahami dan mengerti dunia sebelum aku
Bahagiamu adalah melihatku tertawa
Seolah melupakan beban dalam benakmu
Beban tanggung jawab nasib anak-anakmu
Bunda Ibu Emak
Terima kasihku tak bisa tertulis dalam kata
tak bisa terucap oleh bibir
terima kasihku ialah tangis
Karena semua dustaku kepadamu
Karena aku tak bisa sematkan senyum di wajahmu
Karena semua cahayamu tak bisa ku pancarkan kembali padamu
Bunda Ibu Emak
Kasih dan cintamu takkan hilang oleh jaman
Tak terbatas oleh ruang dan waktu
Bunda Ibu Emak
Engkaulah ibu...ibu...ibuku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar