Berdiri diantara lorong - lorong panjang
mengawali sebuah perjalanan hidup.
Sunyi,gelap,tak terarah diruang kehampaan.
Bagaikan orang hilang. . . .
Perjuangan mencari ujung lorong,
dengan pintu - pintu yang berdebu.
Berbekal hati yang kehilangan rasa.
Berbekal akal yang tak lagi tajam.
Membawa ideologi lama tentang kehidupan.
Menunggu,menunggu,
masih akan tetap menunggu.
Datangnya "cahaya" yang memberi kehangatan.
Menerangi hari hingga kelorong - lorong
tempat menanti.
Lama menuggu "cahaya" masih enggan menyapa.
Didalam gelap,teringat akan yang lalu,
"cahaya" yang dulu bersama
"cahaya" yang menerangi perjalanan itu.
Memang dulu,tapi masih terasa kehangatannya.
Masih diantara lorong - lorong itu
kaki belum siap melangkah maju.
Berharap "cahaya" seketika terang di hadapannya
walau tau,belum waktunya "cahaya" itu datang.
Meski tanpa "cahaya" lorong -lorong harus dilewati
Keyakinan akannya melelehkan kaki yang beku.
Berlari dengan pijakan pasti
menemukan ujung lorong tempat menanti.
Menutup penantian akan "cahaya"
karna kini "cahaya" ada dalam hati dan pikiranku.
mengawali sebuah perjalanan hidup.
Sunyi,gelap,tak terarah diruang kehampaan.
Bagaikan orang hilang. . . .
Perjuangan mencari ujung lorong,
dengan pintu - pintu yang berdebu.
Berbekal hati yang kehilangan rasa.
Berbekal akal yang tak lagi tajam.
Membawa ideologi lama tentang kehidupan.
Menunggu,menunggu,
masih akan tetap menunggu.
Datangnya "cahaya" yang memberi kehangatan.
Menerangi hari hingga kelorong - lorong
tempat menanti.
Lama menuggu "cahaya" masih enggan menyapa.
Didalam gelap,teringat akan yang lalu,
"cahaya" yang dulu bersama
"cahaya" yang menerangi perjalanan itu.
Memang dulu,tapi masih terasa kehangatannya.
Masih diantara lorong - lorong itu
kaki belum siap melangkah maju.
Berharap "cahaya" seketika terang di hadapannya
walau tau,belum waktunya "cahaya" itu datang.
Meski tanpa "cahaya" lorong -lorong harus dilewati
Keyakinan akannya melelehkan kaki yang beku.
Berlari dengan pijakan pasti
menemukan ujung lorong tempat menanti.
Menutup penantian akan "cahaya"
karna kini "cahaya" ada dalam hati dan pikiranku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar